Hati saya tak kuat macam selalu…hati saya terlalu lemah…hati saya terlalu sakit dengan dugaan yang saya hadapi.. kadang – kadang saya rasa tak mampu lagi nak tempuhi semua dugaan yang diberikan sedang dugaan itu adalah pilhan hati saya sendiri. Terdiam taktala hati ini memikirkan masalah yang dihadapi terlalu percaya pada harapan yang telah diberi… ya Allah hati saya terlalu lemah , hati saya terlalu rapuh dek sang arjuna yang datang mengoda nafus hati ini..
Saya leka dengan sang arjuna yang menggoda hati saya… saya terpengaruh dengan godaan sang arjuna yang begitu melalaikan saya..saya teruja pada sang arjuna yang datang itu.. saya bahagia semasa kehadiran sang arjuna..saya ikut segala kehendak sang arjuna..kehadiran sang arjuna ibarat pelangi yang menceriakan hati saya… saya sangka sang arjuna menerima saya kerana menyintai saya. Saya sangka sang arjuna itu memberikan saya seribu kebahagian seperti yang saya harapkan. Kehadiran sang arjuna membuai nafsu hati saya..kehadiran membuatkan hati saya terbang keawan awanan.. saya fikir sang arjuna ini memang ditakdirkan untuk saya. Dan ketika itu saya lalai, saya lupa bahawa sang arjuna itu sudah dimiliki oleh pemilik tulang rusuknya. Ketika saya berbahagia bersama sang arjuna, si pemilik tulang rusuk sang arjuna dan menagih hak miliknya… sang arjuna masih terus memberi harapan pada saya sehingga saya terlalu taksub pada kata – kata sang arjuna itu…sudah memang takdir Yang Maha Pencipta bahawasanya sang arjuna itu memang hak si pemilik tulang rusuk itu… walaupun saya cuba mengejar setinggi mana pun ia tetap milik si pemilik itu… walaupun saya cuba menjadi seperti si pemilik itu tapi saya tidak mampu menandingi si pemilik itu.. akhirnya saya tewas pada si pemilik itu..lalu sang arjuna itu meninggalkan saya terkapai – kapai mencari tali untuk bergantung.
Saya terlalu leka dengan habuan yang diberikan ,saya leka dengan kebendaan yang dipamerkan.Setiap malam hati ini terlalu runsing memikirkan sang arjuna yang pernah bertakhta di hati ini…dan tak sanggup juga hati ini meluka insan yang banyak berjasa pada diri saya ini… insan yang telah mengorbankan dirinya ibarat pelita yang yang ingin menerangi hidup saya tapi saya telah mengkhianati cahaya yang diberikan … saya meniup api itu saya cuba padamkan api itu.. dan mencari menggunakan kemudahan yang diberikan..taktala hati saya dalam kegelapan saya kembali menggunakan pelita itu … saya mengemis meminta cahaya itu … Subhanallah maha suci Allah… pelita itu tidak pernah terpadam,pelita itu menyala dan terus menyala untuk menerangi hidup saya.. pelita itu terus menyala menerangi hati saya…pelita itu ibarat tali yang menyelamatkan saya dari lemas ditinggalkan oleh sang arjuna tadi.. saya terlalu kejam pada pelita itu..saya lupakannya dikala ia menerangi hati saya.. tapi sang pelita itu terlalu setia pada saya, sedikit pun tidak pernah ia terasa hati dengan saya walaupun hakikatnya sang pelita itu benar-benar terluka dengan saya..namun si pelita itu terus menyala untuk menerangi hati saya… terus menanti saya untuk digunakan …saya kagum dengan sang pelita itu… begitu besar pengorbanan sang pelita itu..tapi saya leka hanya dengan janji manis yang ditaburkan oleh sang arjuna..
Sekarang sang arjuna itu telah pergi selamanya dari hati saya, dan di dalam hati hanya ada sang pelita yang sentiasa menerangi saya dikala saya sedih, dikala saya sunyi dan di kala saya derita. Sekarang sang pelita itu menjadi penghibur hati ini..sekarang sang pelita itu menjadi raja dihati ini… sekarang ini sang pelita itu memiliki sepenuhnya hati ini.

No comments:
Post a Comment